Gunung Patuha Beserta Kawah Putih yang Eksotis

Jejakpendaki.web.id – Saat ini ada banyak tempat wisata alam yang dibuka oleh pemerintah di berbagai daerah. Di provinsi Jawa Barat sendiri, salah satu lokasi yang dijadikan sebagai obyek wisata adalah sekitar kawasan Gunung Patuha. Untuk lebih jelasnya mengenai gunung yang ada di daerah Ciwidey ini, Anda bisa menyimak info berikut ini yang mengulas sejarah hingga penginapan yang ada di sekitar lokasi Gunung Patuha tersebut.

#1. Asul-usul Gunung Patuha

Berdasarkan sejarah geografisnya, gunung Patuha terbentuk dari perubahan-perubahan revolusioner pada roman kulit bumi. Gunung ini muncul ketika dataran tinggi di Bandung masih berupa dasar samudra. Terjadinya aktivitas seperti pelipatan membuat terbentuknya gunung berapi ini.

Gunung Patuha
Photo by ardhijuanusadis https://www.instagram.com/p/Baz31gSnI0a/

Dari terbentuknya gunung berjulukan Pak Tua ini, muncullah dataran baru yang kini bernama Ciwidey dan Pangalengan.

Catatan sejarah para ahli menunjukkan bahwa gunung Patuha pernah mengalami dua kali letusan. Letusan yang pertama dilaporkan terjadi sekitar abad ke-10. Akibat letusan tersebut, di bagian puncak sebelah barat gunung muncul sebuah kawah. Masyarakat Sunda sekitar menamakan kawah tersebut kawah Saat yang memiliki arti kawah kering.

Di sekitar kawah saat inilah para pendaki biasa mendirikan tenda.

Setelah melalui istirahat panjang, di abad ke-13 terjadi letusan kedua. Letusan ini memunculkan kawah kedua yang mirip seperti sebuah danau. Danau tersebut memiliki air yang warnanya dapat berubah-ubah.

Karena seringkali berwarna putih, kawah danau tersebut kemudian diberi nama Kawah Putih. Karena memiliki kandungan belerang berbau menyengat dan beresiko membuat seseorang keracunan, para pendaki tidak mendirikan tenda di sekitar kawah ini.

#2. Karakteristik Gunung Patuha

Berapakah ketinggian gunung Patuha dari permukaan laut? Gunung yang ada di kawasan wisata Ciwidey ini memiliki ketinggian 2434 mdpl atau 7.986 kaki. Gunung ini memiliki ketinggian 2386 meter apabila dihitung dari dataran Bandung selatan.

Gunung yang oleh masyarakat Sunda sering disebut dengan Gunung Sepuh yang artinya gunung tua ini memiliki kisaran suhu sekitar 8-22 derajat Celsius.

Lalu, apakah gunung yang pernah dieksplorasi seorang ilmuwan Belanda berdarah Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn ini masih aktif? Berdasarkan sebuah sumber di tahun 2009, para peneliti menemukan bahwa gunung ini masih tergolong sebagai gunung yang aktif.

Berdasarkan data geologi yang didapatkan mengenai gunung ini, gunung tersebut berjenis stratovolcano dan merupakan gunung api tipe B. Stratovolcano merupakan sebutan untuk jenis gunung berapi yang berbentuk kerucut dan biasa terbentuk oleh subduksi lempeng tektonik.

Sedangkan berdasarkan frekuensi letusannya gunung ini dikategorikan sebagai gunung api tipe B. Gunung api tipe B merupakan jenis gunung api yang sesudah tahun 1600 belum mengalami erupsi magmatik namun tetap memperlihatkan kegiatan vulkanik.

Gunung Patuha sendiri memiliki beberapa kawasan hutan seperti hutan Dipterokarp atas, hutan Dipterokarp bukit, hutan Ericaceous, dan hutan Montane. Gunung ini memiliki puncak tertinggi yang bernama puncak Kapuk. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa di puncak tersebut terdapat makam para leluhur yang menjaga kelestarian hutan di gunung ini.

#3. Batu Cinta dan Kawah Putih Yang Mempesona

Salah satu tempat wisata yang terkenal dari gunung yang konon dijuluki Pak Tua alias Patuha ini adalah Kawah Putih. Pada awalnya, masyarakat sempat mengsakralkan kawasan ini karena melihat keanehan bahwa tidak ada burung atau binatang yang berani melintas di atas kawah tersebut. Kalaupun ada, burung tersebut mati.

Akhirnya, spekulasi keangkeran yang dipercaya masyarakat tersebut terkuak kebenarannya ketika Dr. Franz Wilhelm Junghuhn melakukan perjalanan ke gunung Patuha. Ahli dari Belanda berdarah Jerman ini menemukan kawah putih yang eksotis namun mengandung gas belerang dan sebagainya yang berbau menyengat.

Kawah putih jawa barat
Source Flickr.com

Gas-gas itulah yang membuat binatang tidak berani mendekati Kawah Putih.

Mengetahui ada sumber belerang yang bisa diolah menjadi produk yang berguna, pihak Belanda yang sempat melakukan penjajahan kemudian mendirikan pabrik belerang di sekitar kawah ini. Bahkan, pabrik tersebut juga pernah diambil alih Jepang saat zaman pendudukan Jepang. Akhirnya, pada 1987, PT Perhutani KPH Unit III Jabar menjadikan Kawah Putih sebagai obyek wisata.

Seperti yang disinggung sebelumnya, air danau Kawah Putih seringkali mengalami perubahan warna. Ketika cuaca sedang terik, air kawah berwarna hijau apel hingga kebiruan. Terkadang, warnanya berubah menjadi coklat susu atau putih disertai dengan kabut tebal. Saat sore hari, air danau bisa mengalami pasang surut pula.

Salah satu kawasan wisata yang terkenal dari gunung Patuha adalah Kawah Putih-nya. Namun, tahukah Anda bahwa di kawasan gunung ini juga terdapat tempat menarik lainnya? Tempat menarik yang dimaksud adalah Batu Cinta.

Batu Cinta tersebut sebuah lokasi penanda bertemunya dua sejoli bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis. Pasangan yang saling mencintai ini terpisah dan saling mencari. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bertemu di lokasi yang kemudian dinamakan Batu Cinta.

Singkat cerita, setelah dipertemukan Demi Rengganis kemudian minta untuk dibuatkan sebuah danau berikut dengan perahunya yang nantinya dapat digunakan oleh pasangan ini untuk berlayar. Perahu ini kemudian menjadi sebuah pulau bernama pulau Sasaka atau Pulau Asmara.

Uniknya, pulau tersebut memiliki bentuk seperti hati. Apabila ingin berkunjung ke Batu Cinta, Anda harus menyewa perahu dayung yang disediakan penduduk lokal dengan biaya sewa sekitar Rp 200.000 an.

Baca juga: Gunung Andong dan 10 Faktanya yang Pendaki Wajib tahu!

#4. Akses/Rute Ke Gunung Patuha

Bagaimana dengan akses atau rute yang harus ditempuh agar sampai di kawasan gunung Sepuh ini? Dari pusat kota Bandung, daerah Ciwidey bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Dengan kata lain, Anda harus menempuh jarak sekitar 46 km dari pusat kota Bandung.

Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa melewati Tol Padaleunyi dan keluar jalur tol melalui Gerbang Tol Kopo. Selanjutnya, ambil arah ke Soreang lalu ke daerah Ciwidey. Masuk ke kawasan Ciwidey, Anda bisa menspesifikan haluan ke jalur Situ Patenggang.

Setelah belok kiri dari pertigaan gerbang Kawah Putih, Anda sudah masuk ke salah satu kawasan wisata gunung Patuha ini.

Apabila menggunakan kereta atau transportasi umum lainnya dari Jakarta, Anda bisa menetapkan tujuan ke stasiun atau terminal yang ada di kota Bandung. Selanjutnya, Anda bisa beralih menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke kawasan Bandung selatan atau lebih tepatnya ke daerah Ciwidey. Di Terminal Leuwi Panjang biasanya ada angkot berupa mobil colt jurusan Ciwidey-Situ Patenggang.

Dengan kendaraan ini, Anda bisa minta diturunkan di pertigaan gerbang depan wisata Kawah Putih.

#5. Penginapan di Sekitar Gunung Patuha

Penginapan di sekitar lokasi wisata gunung Patuha tidak sulit dicari. Anda bisa mencari penginapan yang berupa hotel, wisma, villa atau bahkan penyewaan tenda di sekitar wisata Ciwidey. Semua akomodasi penginapan tersebut tersedia dengan harga yang cukup terjangkau.

Demikian ulasan mengenai gunung Patuha berikut dengan kawasan wisata yang ada di sekitarnya seperti Kawah Putih dan Batu Cinta. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi wisata alam di sekitar gunung yang ada di Jawa Barat ini?