Gunung Semeru – Pendakian, Keamanan, dan Informasi Baru 2018

Jejakpendaki.web.id Di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, berdiri sebuah gunung tegak berbentuk kerucut yang disebut dengan gunung Semeru.Merupakan satu dari sekian banyak Gunung di Jawa Timur dan juga Gunung tertinggi di Provinsi ini. Gunung kedua tertinggi di pulau Jawa. Gunung yang disebut dengan: “tempat tinggal para dewa”.

Tinggi gunung Semeru adalah 3.676 mdpl dan termasuk dalam 7 summit Indonesia (7 deretan gunung tertinggi di Indonesia yang menantang para pendaki untuk mencapai puncaknya). Adalah kemuliaan untuk mencapai puncak dari tujuh gunung tertinggi di Indonesia. Tapi… perlu Anda ingat dengan baik, gunung Semeru adalah gunung berapi yang masih aktif hingga kini. Bahkan, gunung ini terhitung sebagai salah satu gunung api yang sangat reaktif setiap harinya. Bila dihitung, setiap 20 menit kawah Semeru akan mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam dan pasir.

Gunung Semeru

Untuk Anda para pendaki – baik yang baru tertarik maupun yang sudah punya pengalaman mendaki gunung-gunung yang di pulau Jawa, perlu diingat, gunung Semeru berbeda dari jenis gunung lainnya. Gunung ini membutuhkan persiapan tersendiri untuk didaki. Lokasi gunung Semeru yang ada di Jawa Timur dan ketinggiannya yang ekstrem membuat suhu gunung ini sangatlah dingin.Baca juga  Tips mengatasi dingin di gunung

Seperti yang saya bilang, pendakian gunung Semeru tidaklah hal sembarang dan main-main. Semuanya memerlukan persiapan. Tapi, apapun yang Anda lakukan, semua persiapan yang matang; akan terbayar ketika Anda mencapai puncak gunung Semeru.

Ada beberapa hal yang menjadi kewajiban untuk Anda ketahui sebelum mendaki gunung Semeru. Poin ini akan saya bahas di bawah bersamaan dengan poin penting lainnya.

Lokasi gunung Semeru

Melihat secara administratif, gunung Semeru terletak di antara wilayah kabupaten Malang dan kabupaten Lumajang. Betapa beruntungnya orang yang tinggal di daerah ini; setiap pagi, pemandangan menjulang berbentuk kerucut puncak Semeru akan terlihat dengan jelas. Terkadang tertutup dengan awan vulkanik yang dimuntahkan sendiri oleh kawahnya, terkadang sangat jelas menampakkan kegagahannya dan memamerkan keindahan panoramanya.

Lokasi gunung Semeru secara geografis masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Keberadaannya persis di 8 derajat lintang selatan dan 112 derajat bujur timur.

Dengan lokasi yang sangat strategis, flora dan fauna yang tinggal di area Semeru sangatlah bervariasi. Kalau Anda punya niat untuk mendaki gunung Semeru, variasi flora yang beragam dapat Anda temui, seperti: pohon pinus, jamuju, akasia, anggrek edelweis, dan jenis lainnya. Pun, fauna seperti monyet daun, macan, rusa, musang, tikus hutan, dan jenis lainnya bisa Anda lihat dengan jelas di lebatnya pepohonan Semeru.

Dengan segala pesonanya dan lokasi yang mendukung, gunung Semeru menantang sekaligus mengundang banyak pendaki Indonesia. Tidak jarang, tidak hanya orang lokal; pendatang internasional juga kerap kali terlihat di sekitar desa Ranupane (desa populer sebelum memasuki jalur pendakian gunung Semeru).

Informasi lengkap sebelum mendaki gunung Semeru

Tidak bisa dilakukan sembarang; pendakian gunung Semeru perlu persiapan yang matang; mental yang siap luar dan dalam; jiwa yang bugar dan sehat menghadapi tantangan. Perjalanan mendaki puncak semeru sangatlah panjang, memakan waktu, tenaga, mental, dan fisik pendaki. Tidak jarang ditemui, dalam satu rombongan pendaki, hanya beberapa individu yang dapat mencapai puncak yang disebut dengan Mahameru.

Sebelum Anda mendaki Gunung Semeru, ini informasi penting untuk Anda.

Mendaki gunung Semeru dibolehkan untuk semua orang, baik pemula, yang baru mengenal kegiatan mendaki (hiking), dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan panorama Semeru. Tapi, mendaki sampai ke puncak gunung Semeru (Mahameru) bukanlah untuk semua orang.

Puncak Mahameru
Puncak Mahameru

Sebenarnya, mendaki Semeru dibolehkan hanya mencapai Kalimati. Batas antara Kalimati (batas aman pendakian) sampai ke puncak Mahameru masih berjarak sekitar 1,3 km. Cukup jauh dan cukup aman untuk dituju.

Bahkan, baru-baru ini, setelah gunung Semeru dibuka jalur pendakiannya untuk orang umum, mendaki hanya diperbolehkan sampai kawasan Kalimati; dilarang melewati batas dan menuju puncak Mahameru.

Kenapa demikian?

Tentunya, ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Semua peraturan dibuat dengan tujuan membuat keselamatan menjadi prioritas utama. Apalagi, tidak sedikit tragedi pendaki yang kehilangan nyawa ketika menjajal ketangguhannya di gunung Semeru.

Alasan lain yang perlu Anda ingat dengan baik adalah: gunung Semeru adalah gunung berapi yang aktif. Tahun 2012 silam, Semeru selalu berstatus waspada hingga kini. Level 2 diberlakukan oleh pusat Vulkanologi gunung Sawur, Lumajang, sebagai salah satu posko pengamatan Semeru. Dianggap, jarak 1 km dari puncak Mahameru adalah jarak aman untuk pendaki yang mendaki gunung Semeru.

Tentunya, kalau Anda menghormati peraturan dan mendahulukan keselamatan, alasan ini dapat diterima dan sangat rasional. Setuju?

Sebelum mendaki, kenali bahaya gunung Semeru lebih dulu

Bukan dan tidak menjadi sebuah syarat mendaki gunung Semeru, namun, mengenali bahaya dan potensi yang membahayakan ketika Anda mendaki Semeru penting untuk tahu. Setidaknya, hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan Anda ketika mulai trekking jalur pendakian Semeru. Bahaya ketika mendaki gunung Semeru ini penting untuk Anda waspadai, antara lain:

  1. Jurang dan tanah longsor – jalur pendakian dari Ranu Pane hingga ke Ranu Kumbolodihimpit oleh jurang di kanan dan kiri. Pada lokasi ini, menurut SaVer juga disinyalir rawan longsor. Bila lihai, ketika melewati jalur ini, Anda dapat melihat dengan jelas bekas longsor yang pernah terjadi sebelumnya. Sebaiknya, melangkah dengan hati-hati. Pun, jangan lupa menggunakan sepatu khusus untuk trekking pada jalur pendakian ini. Jangan memakai sendal gunung.
  2. Kayu yang rapuh –pada beberapa lokasi jalur pendakian Semeru, Anda dapat menemui pohon yang rubuh dan sudah lapuk. Biasanya, pohon ini sudah dibersihkan petugas pendakian… tapi, hanya bagian cabangnya saja; batangnya masih tergeletak di jalur daki. Blok Cemoro Kandang adalah salah satu jalur yang banyak pohon melintang di jalur.
  3. Suhu yang tidak bisa ditentukan – sudah menjadi habitat alam, suhu terkadang sulit untuk diprediksi. Apalagi pada malam hari, dinginnya luar biasa; menembus tulang rasanya. Jangan lupakan alat-alat pendakian dan pakaian yang menempel di tubuh. Sebaiknya, bawa cadangan yang bisa Anda kenakan untuk berjaga-jaga kalau hujan turun dan pakaian Anda basah ketika tenda didirikan.
  4. Batu lereng Semeru yang tidak stabil – inilah salah satu alasan Anda dilarang summitattack ke puncak Mahameru, batu lereng Semeru mudah jatuh dan merosot dari puncak. Hati-hati, tidak sedikit di area ini memakan korban sampai meninggal dunia. Bayangkan saja, dengan kemiringan lebih dari 70 derajat, batu yang jatuh bukan hanya berpotensi melukai, tapi menimbulkan korban jiwa.
  5. Gas beracun – satu lagi alasan puncak Mahameru sangat berbahaya untuk pendaki yang muncak. Kawah JonggringSeloko tidak jarang menyembulkan asap vulkanik yang isinya gas beracun. Walau terlihat keren ketika di foto Instagram, gas beracun ini tidak sama sekali keren kalau Anda menghirupnya.
  6. Blank 75 – paling langganan membahayakan para pendaki, blank 75 adalah zona tengkorak. Di kalangan pendaki kawakan, zona ini sering juga disebut zona tengkorak. Blank 75 letaknya ada di area kanan Arcopodo, bila cuaca cerah, area ini bisa terlihat sangat jelas dengan mata telanjang. Bila tertutup kabut, area ini sangat misterius, tidak jarang pendaki yang turun dari puncak tidak sadar bahwa telah salah menempuh jalur dan berakibat masuk ke jurang blank 75.

Baik atau buruknya, beberapa bahaya mendaki gunung Semeru dapat Anda jadikan pelajaran. Pun, poin ini bukan berarti menyebutkan bahwa gunung Semeru tidak aman untuk didaki. Tentu saja, untuk setiap perjuangan yang Anda tempuh, ada hadiah yang menanti dibelakangnya. Di satu sisi, Semeru memang berbahaya. Pun, di sisi lainnya, keindahan alam gunung Semeru sangat sulit untuk ditolak mata.

Syarat mendaki gunung Semeru

Perhatian… kalau Anda ingin melakukan pendakian ke kawasan Semeru, jangan harap Anda bisa asal datang dan bayar langsung untuk masuk ke jalur pendakian. Ini gunung, bukan dufan. Ada beberapa syarat untuk mendaki. Sebelum memutuskan tanggal, sebaiknya Anda mengecek lebih dulu, apakah gunung Semeru dibuka pendakiannya untuk umum. Biasanya, musim kemarau adalah musim pendakian. Berarti, bulan April sampai bulan Agustus adalah waktu yang tepat untuk mendaki.

Anda bisa mendaftar secara onlineunutk mendaki gunung Semeru melalui booking.bromotenggersemeru.org. Di halaman website, Anda juga bisa melakukan pengecekan dan melihat informasi terbaru perihal kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Saya pribadi sangat menganjurkan Anda mendaftar melalui website (secara online). Jangan sampai, Anda tidak memiliki izin pendakian (disebut dengan simaksi). Bisa-bisa, perjalanan yang Anda tempuh ke kawasan Semeru akan berakhir kecewa karena tidak mempunyai izin.

Perlu Anda ingat juga, sekarang ini, izin pendakian sangatlah ketat. Tentunya, ini dilakukan dengan tujuan keamanan dan mencegah adanya pendaki liar yang tidak terdaftar. Sangat merepotkan rasanya kalau terdapat musibah sedangkan Anda tidak terdaftar sebagai pendaki.

Untuk informasi lebih jelas, seperti kuota harian pendakian, ceklis persyaratan pendakian, sanksi, larangan, pelaksanaan pendakian, tarif/karcis masuk TNBTS, dan informasi penting lainnya, Anda bisa berpatokan menuju bromotenggersemeru.org untuk informasi yang valid dan paling baru.

Sebagai rangkuman, inilah syarat mendaki gunung Semeru yang paling penting dan tidak bisa ditolerir oleh tim penjaga Semeru (ranger), antara lain:

  • Anda membawa surat kesehatan
  • Fotokopi kartu identitas
  • Mengisi formulir izin pendakian Semeru
  • Membawa materai dengan nilai Rp 6.000
  • Berusia di atas 10 tahun
  • Surat izin fotokopi dari orang tua atau wali
  • Melengkapi peralatan daki dengan SOP gunung Semeru
  • Bekal makanan mencukupi dengan izin harian ketika mendaki (tidak boleh kurang)
  • Sudah mengikuti briefing
  • Punya dan membeli tiket (baik online maupun offline)
  • Tidak boleh melewati waktu kunjungan (ada sanksi bila melebihi batas waktu di formulir).

Banyak dan ribet? Tidak juga. Bila melihat dari sisi kenyamanan, efektifitas, dan peraturan yang ada, tentunya syarat-syarat di atas adalah wajar dan rasional. Apalagi, dengan sistem yang seperti ini, tentu saja risiko dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Jalur pendakian gunung Semeru rekomendasi dan cocok untuk pemula

Ini urutan jalur pendakian gunung Semeru yang dinamakan jalur Watu Rejeng dan merupakan rekomendasi jalur untuk pemula:

  1. Ranupani – Landengan Dowo – jarak tempuh 3 km; estimasi waktu trekking 1,5 jam
  2. Landengan Dowo – Watu Rejeng – jarak tempuh 3 km; estimasi waktu trekking 1,5 jam
  3. Watu Rejeng – Ranu Kumbolo – jarak tempuh 4,5 km; estimasi waktu trekking 2 jam
  4. Ranu Kumbolo – Oro-oro Ombo – jarak tempuh 1 km; estimasi waktu 30 menit
  5. Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang – jarak tempuh 1,5 km; estimasi waktu trekking 30 menit
  6. Cemoro Kandang – Jambangan – jarak tempuh 3 km; estimasi waktu trekking 30 menit
  7. Jambangan – Kalimati – jarak tempuh 2 km; estimasi waktu trekking 30 menit
  8. Kalimati – Arcopodo – jarak tempuh 1,2 km; estimasi waktu trekking 2,5 jam
  9. Arcopodo – Cemoro Tunggal – Puncak Mahameru – jarak tempuh 1,5 km; estimasi waktu trekking 3-4 jam.

1. Ranupani – Landengan Dowo

Ranupani Gunung Semeru
Ranupani Semeru

Jalur pendakian ini adalah awal perjalanan Anda menuju Mahameru. Jalur ini masih relatif aman, rendah risiko, dan relatif mudah dilewati. Di sini, Anda akan berjalan dan trekking menelusuri paving yang datar.

2. Landengan Dowo – Watu Rejeng

Jalur pendakian satu ini juga masih relatif mudah. Meski demikian, pada jalur setapak ini Anda mulai memasuki hutan dan jalan bertapak tanah. Paving mulai perlahan menghilang dari jalan setapak.

Pada jalur ini, Anda juga melewati jembatan legendaris bernama: “jembatan cinta”.

3. Watu Rejeng – Ranu Kumbolo

Di jalur pendakian ini, Anda akan melewati jalur trekking berbukit dengan pepohonan sekitar yang sangat lebat. Udara dan iklim mulai menjadi sedikit lembab dan dingin. Anda akan berjalan sampai tiba di Ranu Kumbolo; sebuah daratan dengan pemandangan danau yang indah. Kalau Anda pernah menonton film 5cm, di sini adalah tempat di mana kawanan di film itu mandi di danau.

Perlu Anda ingat, Anda dilarang membasuh tubuh, mencuci peralatan makan, bahkan mandi di sini. Jangan sampai Anda merusak ekosistem yang ada di danau ya.

Di tempat ini juga, biasanya para pendaki akan mendirikan tenda dan menunggu matahari terbit. Tempat favorit para pendaki, ya, di Ranu Kumbolo.

4. Ranu Kumbolo – Oro-oro Ombo

Ranu Kumbolo Semeru
Ranu Kumbolo

Selepas beristirahat di Ranu Kumbolo, Anda harus melanjutkan perjalanan dan melewati jalur trekking legendaris yang amat terkenal. Anda akan melewati jalur “tanjakan cinta”. Di tempat ini juga terkenal sebuah mitos, bila mendaki jembatan cinta tanpa menengok ke belakang sambil membayangkan seseorang yang ingin Anda jadikan pasangan hidup, bayangan Anda akan menjadi kenyataan.

Ranu Kumbolo Malam Hari
Ranu Kumbolo Saat Malam

Selepas melewati jembatan cinta, Anda akan menemui sebuah lapangan sangat luas. Di sini terdapat ladang lavender.  Yap. Ada lavender di gunung Semeru. Pada bulan tertentu (biasanya selepas musim hujan), bunga lavender akan memenuhi tanah lapang ini. inilah sebuah tempat ajaib bernama Oro-oro Ombo.

Oro oro ombo gunung semeru
Oro oro ombo Semeru

5. Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang

Jalur trekking ini adalah mendatar. Sampai bertemu Cemoro Kandang, jalurnya akan mendatar.

6. Cemoro Kandang – Jambangan

Cemoro Kandang Gunung Semeru
Cemoro Kandang Semeru

Dari Cemoro Kandang, Anda akan berjalan ke Jambangan, sebuah tempat dengan lahan yang sangat luas dengan banyak tumbuhan bunga edelweis, cantigi, dan pohon cemara yang menghiasi sepanjang memata memandang.

7. Jambangan – Kalimati

Perjalanan Anda akan menuju ke Kalimati. Di sini, Anda akan bermalam dan mendirikan tenda. Tempatnya sangat luas dan cukup menampung banyak kelompok pendaki pada satu tanah lapang. Bila Anda mendaki pada musim hujan, di Kalimati juga terdapat sumber air yang jernih untuk Anda konsumsi.

8. Kalimati – Arcopodo

Kalimati Gunung Semeru
Kalimati Semeru

Anda bisa mendirikan tenda di Kalimati. Pun, ada pilihan juga untuk Anda mendirikan tenda di Arcopodo. Apa perbedaannya? Bila Anda bermalam dan mendirikan tenda di Arcopodo, ada kesempatan Anda dapat melihat matahari terbit (sunrise).

Pun, kalau Anda dan kelompok mendaki memutuskan bermalam di Arcopodo, kalau Anda ingin summitattack (menuju puncak Mahameru), perjalanan Anda bisa lebih cepat.

9. Arcopodo – Cemoro Tunggal – Puncak Mahameru

Mahameru Gunung Semeru
Mahameru

Jalur yang Anda lewati sebelum mencapai puncak Mahameru bernama Cemoro Tunggal. Sekali lagi, perlu saya ingatkan, sekarang ini, pendakian ke puncak Mahameru dilarang keras. Anda hanya diperbolehkan sampai di Kalimati. Pun, kalau Anda ingin mengambil risiko mendaki ke puncak, risiko dan bahaya Anda tanggung dengan diri sendiri.

Pertanyaan dan jawaban seputar gunung Semeru

Untuk Anda yang ingin mengetahui informasi penting seputar gunung Semeru; atau sedang mencari jawaban dan solusi atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dan terkadang membingungkan, poin ini bisa menjadi acuan Anda. Tambahan: informasi ini baru update (Juni 2018).

Apakah gunung semeru cocok untuk pemula untuk didaki?

Cocok kalau didampingi. Bila Anda pendaki pemula atau orang yang baru menyukai kegiatan mendaki (hiking), gunung pemula cocok bila Anda didampingi bersama orang yang sudah pernah mendaki Semeru. Tidak disarankan Anda mendaki Semeru dengan kelompok yang berisi orang-orang belum punya pengalaman mendaki Semeru. Apalagi, kalau Anda nekat ke puncak Mahameru.

Berapa biaya pendakian gunung Semeru?

Tergantung dari tempat kota Anda tinggal. Setiap kota, tentu saja biaya yang keluar akan berbeda. Namun, biaya yang biasanya habis akan terfokus ke angkutan antar kota (kereta, bis, pesawat, dan lainnya) serta transportasi lokal di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Tarif dan biaya pendakian bisa Anda lihat di situs bromotenggersemeru.org.

Untuk rincian biaya pendakian gunung Semeru tahun 2018, sebaiknya Anda bertanya kepada orang sekitar atau komunitas pendaki gunung, seperti Kaskus OANC atau komunitas lainnya untuk informasi lebih valid dan paling baru.

Apa saja persiapan pendakian Semeru?

Dari banyak elemen yang penting, sebaik-baiknya persiapan adalah diri Anda sendiri. Mental. Kesehatan. Jiwa. Tubuh dan fisik yang bugar.

Untuk persiapan lain yang bersifat teknis, kelompok pendakian Anda sebaiknya menjadi sumber yang paling valid dan dapat diandalkan. Untuk itu, ada baiknya dalam kelompok pendakian ada senior atau individu yang paling tidak pernah mengunjungi dan sampai di puncak Mahameru.

Kapan terakhir gunung Semeru meletus?

Menurut halaman Wikipedia, letusan Semeru terakhir adalah tahun 2015. Walau demikian, setiap harinya, letusan kecil dari kawah vulkanik Semeru sangat aktif. Bahkan, setiap 20 menit setiap harinya, letusan dan awan vulkanik kerap dimuntahkan.

Kalau ingin mendaki Semeru, harus melihat informasi dan bertanya ke mana?

Untuk informasi aktif dan yang paling bisa diandalkan, komunitas pendaki gunung adalah sumber informasi yang tepat. Untuk memulainya, Anda bisa mengunjungi halaman komunitas pecinta kegiatan luar ruangan (outdoor) di Kaskus.

Kesimpulan

Demikian informasi tentang gunung Semeru mulai dari info pendakian, keamanan untuk didaki, lokasi, perkiraan biaya daki, jalur rekomendasi untuk mendaki, dan informasi penting lainnya seputar Semeru dan puncak Mahameru.

Kalau dirasa informasi ini membantu Anda, informasi ini bisa Anda bagikan ke kerabat atau teman yang ingin mendaki Semeru dalam waktu dekat. Semoga terbantu dan bermanfaat.