Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger Gunung Bromo

Jejakpendaki.web.id – Upacara yang dinamakan Yadnya Kasada secara rutin dilakukan oleh suku Tengger yang notabene merupakan suku asli di kawasan sekitar Gunung Bromo.Dan agama Hindhu adalah agama mayoritas di kawasan ini.

Upacara Yadnya Kasada hukumnya wajib dan pasti dilakukan oleh masyarakat suku Tengger,karena ini sudah merupakan Janji dan Tradisi yang terus dilakukan secara turun menurun sampai kapanpun juga.Karena upacara Yadnya Kasada ini jugalah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaannya dari tahun ke tahunnya.

Upacara kasada bromo
source : budayajawa.id

Sejarah Upacara Kasada di Bromo

Upacara Yadnya Kasada bukan tidak mempunyai sejarah,ada cerita yang terus diceritakan secara turun menurun sampai sekarang.Kisah ini berawal dari asal mula keberadaan suku tengger di sekitaran Gunung Bromo,salah satu Gunung di Jawa Timur.Berawal dari kisah Roro Anteng yang merupakan seorang putri dari kerjaan Majapahit dan seorang putra Brahmana yang bernama Joko Seger.Nama akhir keduanya akhirnya diambil dan menjadi asal muasal nama “Tengger”.

Pasangan inilah merupakan cikal bakal yang membangun pertama kali di kawasan sekitaran Bromo.Singkat cerita pasangan ini tidak juga dikaruniai anak dan mereka memutuskan untuk bertapa di daerah kawah Gunung Bromo.

Alhasil semedi mereka mendapatkan jawaban dari sang hyang Widhi bahwa mereka akan bisa mempunyai keturunan namun dengan syarat bahwa nantinya putra terakhir mereka harus dikorbankan dengan dimasukkan kedalam kawah Gunung Bromo,dan merekapun menyanggupinya.

Singkat cerita lagi pasangan Roro Anteng dan Joko Seger ini dikaruniai 25 Anak,namun mereka ternyata ingkar terhadap janji mereka sendiri,karena bagaimanapun juga seorang orang tua tidak akan tega mengorbankan anak mereka sendiri.

Pada akhirnya dewa pun marah dan terjadilah bencana,langit menjadi gelap gulita dan kawah Bromo mengeluarkan jilatan jilatan api,hasilnya anak mereka yang bernama Kusuma tersambar dan hilang bersama jilatan api masuk ke dalam kawah Gunung Bromo.

menurut cerita yang beredar,setelah kejadian tersebut terdengarlah suara bahwa setiap bulan Kasada pada hari ke empat belas haruslah membuat sesaji dan dipersembahkan ke sang hyang Widhi dengan memasukkannya kedalam kawah Gunung Bromo.Semenjak itulah maka setiap tahunnya diadakan acara sesembahan yang bernama Upacara Yadnya Kasada.

Apapun yang terjadi upacara ini akan tetap dilaksanakan karena sudah merupakan wajib hukumnya bagi masyarakat Tengger.

Prosesi Upacara Yadnya Kasada

Didalam acara upacara Yadnya Kasada juga dilakukan pemilihan Dukun bagi tiap tiap desa yang ada.Dukun Dukun inilah yang nantinya akan memimpin upacara upacara adat di desanya masing masing.

Setiap calon Dukun ini harus mengikuti Test seperti menghapal mantra dan lain sebagainya.Upacara Yadnya Kasada ini selalu dimulai dari dari sebuah pura luhur Poten yang letaknya persis dibawah Gunung Bromo dan dikelilingi lautan pasir.

Setelah semua prosesi upacara seperti pembacaan mantra dan lain sebagainya maka puncak dari upacara Yadnya Kasada ini adalah berada di bibir kawah Bromo.Mereka berbondong bondong naik keatas kawah dan melarung semua sesaji baik itu hasil bumi,hewan ternak,maupun uang sebagai bentuk sesembahan mereka kepada sang Hyang Widhi.

Tujuan Upacara Yadnya Kasada

Semua masyarakat tengger sangat menyakini bahwa dengan melakukan upacara Yadnya Kasada ini akan dapat melindungi mereka semua dari Malapetaka dan musibah.Hasil ternak dan pertanian hasil bumi mereka bakal akan melimpah ruah.

Tidak ketinggalan Upacara Yadnya Kasada ini merupakan juga bentuk penepatan janji mereka terhadap para leluhur mereka yang tidak lain adalah ke 24 anak dari pasangan Roro Anteng dan Joko Seger.

Nah tertarik bukan untuk menyaksikan secara langsung Upacara Yadnya Kasada ini ? Cari informasi kapan setiap tahunnya upacara ini dilaksanakan,karena sangat menarik sekali baik wisatawan lokal maupun asing.